Bandar Lampung, 13 Mei 2026 – ztv.co.id – Densus 88 Antiteror Polri bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan bagi siswa SMA se-Lampung. Kegiatan ini jadi langkah cegah dini penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di kalangan pelajar.
Hadir sebagai pembicara jajaran Satgaswil Lampung, akademisi, serta mantan narapidana terorisme yang berbagi pengalaman nyata. Kepala Disdikbud Thomas Amirico menegaskan sekolah harus jadi zona aman dan steril dari kebencian, serta wajib membangun karakter kebangsaan siswa.
Kasatgaswil Lampung Densus 88, Stialanri Kurniawan Setinggar, mengingatkan pelajar harus kritis dan menjaga nilai Pancasila agar tak terpengaruh propaganda pemecah belah. Sementara Ketua MKKS SMA Lampung, Suharto, menyebut wawasan kebangsaan sebagai "imun ideologis" pelajar.
Materi menjelaskan paham radikal tumbuh dari sikap tak toleran hingga kekerasan, dan menyebar lewat media sosial maupun lingkungan pergaulan. Mantan narapidana terorisme, Meilani Indra Dewi, mengingatkan perundungan dan rasa tersisih sering jadi celah kelompok radikal mendekati remaja dengan janji persaudaraan palsu.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat ketahanan ideologi pelajar, menjadikan mereka kritis di era digital, serta agen perdamaian penjaga persatuan bangsa.
(Red)