PESAWARAN, – ztv.co.id – 19 Juli 2026 – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Taman Rejo, Desa Bernung, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran. Secara swadaya, masyarakat bergotong royong memperbaiki bendungan mata air utama yang selama puluhan tahun menjadi sumber penyediaan air bersih bagi warga.
Bendungan yang dibangun pada tahun 1992 itu kini telah berusia 34 tahun. Seiring bertambahnya usia, bangunan tersebut mengalami berbagai kerusakan, terutama retakan pada sejumlah bagian yang dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran distribusi air bersih bagi masyarakat.
Perbaikan dilakukan dengan mengandalkan tenaga, material, dan biaya hasil swadaya masyarakat. Warga bergotong royong memperbaiki bagian-bagian bendungan yang rusak agar tetap dapat berfungsi sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan rumah tangga.
Kartiko, salah seorang tokoh pemuda Desa Bernung, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga aset bersama yang selama ini menjadi penopang kebutuhan air bersih.
"Kami tidak ingin menunggu hingga bendungan mengalami kerusakan yang lebih parah. Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat, sehingga kami berinisiatif bergotong royong dengan kemampuan yang kami miliki. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan warga untuk menjaga sumber air yang sudah dimanfaatkan selama puluhan tahun," ujar Kartiko.
Menurutnya, bendungan mata air tersebut selama ini menjadi satu-satunya sumber air bersih yang paling dapat diandalkan oleh masyarakat Dusun Taman Rejo. Karena kondisinya terus mengalami penurunan akibat faktor usia, warga merasa perlu segera melakukan perbaikan agar distribusi air tetap berjalan dengan baik.
Kegiatan gotong royong diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kalangan pemuda, orang tua hingga tokoh masyarakat Desa Bernung. Mereka berharap hasil perbaikan dapat memperkuat struktur bendungan sehingga mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam jangka waktu yang lebih lama.
Selain melakukan perbaikan secara swadaya, masyarakat juga berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran maupun instansi terkait untuk melakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Dengan demikian, bendungan mata air yang telah menjadi aset penting desa selama lebih dari tiga dekade dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.
(Zainal,Aji)