Pringsewu – ztv.co.id – Isu yang menuding konten kreator Haris Ghos telah melarikan istri orang kembali dibantah oleh sejumlah pihak yang namanya terseret dalam pemberitaan tersebut. Klarifikasi datang dari Nesty Sartini, Wiwik Winarni, hingga Kepala Desa Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, yang menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Klarifikasi Nesty Sartini
Nesty Sartini membantah tegas kabar yang menyebut dirinya dibawa kabur oleh Haris Ghos ke Yogyakarta selama empat bulan. Ia menegaskan seluruh aktivitas perjalanan dan pembuatan konten dilakukan atas kehendaknya sendiri serta diketahui oleh keluarga.
Menurut Nesty, pada 17 Oktober 2025, Haris Ghos menggunakan mobil miliknya atas izin pribadi karena kendaraan Haris dalam kondisi pajak mati. Sebagai gantinya, mobil Haris dititipkan di rumah kakaknya, Sunarti/Guntoro, dan hal tersebut diketahui serta disetujui oleh ibu dan kakaknya. Saat itu, Nesty masih bekerja di Batam.
Pada 18 Oktober 2025, Haris Ghos mulai membuat konten TikTok di Pulau Jawa, dimulai dari Banten hingga Jakarta. Setelah menyelesaikan pekerjaannya di Batam, Nesty menyampaikan niat kepada keluarga untuk belajar membuat konten TikTok guna mempertahankan penghasilan.
Nesty berangkat ke Jakarta pada 25 Oktober 2025 dan mulai aktif membuat konten pada 8 November 2025, dimulai dari Bandung hingga ke sejumlah daerah seperti Tasikmalaya, Sukabumi, Purwakarta, Cirebon, Cilacap, dan Yogyakarta pada 21 Desember 2025.
“Semua perjalanan dilakukan bersama rombongan konten kreator. Tidak pernah ada unsur membawa kabur,” tegas Nesty.
Ia juga menyatakan tetap menjaga norma selama perjalanan dan secara rutin mengirimkan uang kebutuhan anak-anak kepada ibunya. Terkait status rumah tangga, Nesty mengaku telah berpisah dengan suaminya sebelum mengenal Haris Ghos. Sementara isu kerusakan handphone disebutnya hanya kesalahpahaman tanpa unsur pidana.
Sanggahan Wiwik Winarni
Klarifikasi juga disampaikan oleh Wiwik Winarni, istri Edi Purnomo (Mas Pur), yang turut diisukan memiliki hubungan dengan Haris Ghos.
Wiwik menegaskan kabar yang menyebut Mas Pur mengalami depresi akibat hubungan dengan pihak ketiga adalah tidak benar. Menurutnya, gangguan kesehatan yang dialami suaminya telah muncul sejak awal pernikahan dan memburuk saat anak-anak mereka masih kecil, jauh sebelum munculnya isu tersebut.
Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Haris Ghos murni sebatas hubungan kerja dan profesional. Keputusannya bekerja ke Jakarta sebagai asisten rumah tangga diambil karena kondisi kesehatan suaminya yang tidak lagi mampu memberi nafkah.
“Mas Haris hanya membantu mencarikan pekerjaan. Tidak ada hubungan khusus,” ujar Wiwik.
Ia juga meluruskan kesalahpahaman di masyarakat yang muncul akibat kebetulan kepulangan di waktu yang sama saat Lebaran serta kesamaan lokasi kerja, meski tidak pernah melakukan perjalanan bersama.
Keterangan Kepala Desa
Sementara itu, Kepala Desa Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Eko Basuki, saat dikonfirmasi sejumlah media menegaskan bahwa isu Haris Ghos melarikan istri orang adalah tidak benar.
Eko Basuki menyatakan tidak ada warganya bernama Murtiningsih, istri Supriyono, sebagaimana yang sempat diisukan dibawa kabur oleh Haris Ghos. Pernyataan tersebut disampaikannya langsung kepada awak media di kediamannya.
Pernyataan Haris Ghos
Menanggapi pemberitaan yang dinilai menyudutkan dirinya, Haris Ghos menyatakan telah melakukan klarifikasi di hadapan media dan Kepala Desa Waringin Sari Barat.
Ia berharap dengan adanya keterangan dari seluruh pihak terkait, isu dan pemberitaan yang merugikan nama baiknya dapat diluruskan.
“Saya pastikan isu dan berita yang beredar tersebut tidak benar,” tegas Haris Ghos.
Imbauan kepada Publik
Seluruh pihak berharap masyarakat dan warganet tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta menghentikan penyebaran isu yang dapat merugikan nama baik seseorang. Fokus utama saat ini, menurut para pihak, adalah menjaga kondusivitas dan menghormati fakta yang telah diklarifikasi secara terbuka.
(Zainal,Aji)