BANNER ATAS

Banner ZTV

Lagi-lagi Menu MBG Dikeluhkan, Roti Berjamur dan Buah Busuk Dibagikan ke Siswa

Minggu, 19 April 2026, 18:13 WIB Last Updated 2026-04-19T11:13:38Z
PESAWARAN – ztv.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pesawaran kembali menuai sorotan. Kali ini giliran warga Kecamatan Kedondong yang mengeluhkan kualitas makanan yang diterima siswa, di mana ditemukan roti yang sudah berjamur dan buah klengkeng yang diduga sudah membusuk.
 
Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, menu yang diterima pada Sabtu (18/4/2026) tersebut diduga merupakan sisa rapelan dari hari sebelumnya. Selain kondisi makanan yang tidak layak, tekstur roti juga terasa keras dan tidak layak konsumsi.
 
“Hari ini siswa dapat menu rapelan kemarin, isinya makanan kering, tapi rotinya sudah jamuran, buah klengkengnya juga sudah asem dan berair. Rotinya juga keras, ini menu hari ini tapi dibagikan Jumat kemarin karena dirapel. Percuma saja, tidak bisa dimakan,” ujarnya.
 
Berdasarkan penelusuran, menu yang dikeluhkan tersebut diduga didistribusikan dari Dapur MBG Sukamaju, Kedondong. Wali murid menuntut pihak pengelola lebih teliti, karena makanan yang seharusnya menambah gizi justru berpotensi menjadi bencana kesehatan jika dikonsumsi.
 
SPPG Tegas Tak Akan Rekomendasikan Suplayer
 
Menanggapi keluhan ini, Kepala Chef MBG di lokasi, Yudi, enggan mengakui secara langsung bahwa makanan tersebut berasal dari dapurnya. Ia justru menyebutkan bahwa pengurusan makanan kering bukan menjadi tanggung jawabnya, melainkan pihak lain yang disebut sebagai "ahli gizi", dan dirinya hanya menyuplai.
 
“Saya hanya ikut menyuplai saja. Makanan kering itu bukan tanggung jawab saya,” ujarnya. Ia juga meminta kejelasan asal sekolah dan identitas yang mengeluh agar bisa dilakukan klarifikasi dan permintaan maaf.
 
Sementara itu, Kepala SPPG, Ismail Adhan, menegaskan langkah tegas yang akan diambil. Pihaknya menyatakan tidak akan merekomendasikan suplayer yang bersangkutan untuk menyuplai kembali di dapur mereka.
 
“Ke depannya kami tidak akan merekomendasikan suplayer tersebut menyuplai lagi di dapur kami,” tegas Ismail.
 
Meski demikian, ia meyakinkan bahwa produk roti yang digunakan telah memiliki izin edar dan sertifikasi halal, meskipun hingga saat ini dokumen tersebut belum dapat ditunjukkan secara terbuka.
 
BGN Larang Sistem Rapel, Namun Masih Terjadi
 
Perlu diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menekankan agar tidak ada sistem rapel atau penumpukan pembagian makanan, serta mewajibkan pencantuman harga pada makanan kering demi transparansi anggaran. Namun faktanya, aturan tersebut nampaknya masih belum berjalan sesuai harapan di lapangan.
 
Keluhan serupa sebelumnya juga terjadi di Kecamatan Teluk Pandan. Jika di Kedondong masalah terjadi pada makanan kering, di Teluk Pandan keluhan muncul pada makanan basah berupa daging ayam yang diduga belum matang sempurna dan masih berdarah.
 
Menanggapi hal ini, warga Teluk Pandan, Nano, mengingatkan semua pihak untuk tidak sembrono. Menurutnya, program ini bertujuan memperbaiki gizi, bukan sekadar membagikan makanan gratis.
 
“Gizi dan kelayakan harus diutamakan. Ini menyangkut kesehatan dan anggaran dari masyarakat juga. Jadi harus benar-benar diperhatikan kelayakannya,” cetusnya.
 
Ia berharap dilakukan evaluasi serius agar Program Makan Bergizi Gratis ini berjalan sesuai tujuan dan tidak merugikan anak-anak serta masyarakat luas.
 
 

Komentar

Tampilkan