PESAWARAN – ztv.co.id – Kondisi jalan di Dusun Lubuk Tanoh, Desa Kububatu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, sangat memprihatinkan. Jalan yang berlubang, becek, dan rusak parah ini terpaksa diperbaiki secara swadaya oleh warga lantaran janji perbaikan dari pemerintah daerah hingga kini belum kunjung terealisasi, Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan keterangan warga, kondisi jalan tersebut sudah berlangsung puluhan tahun lamanya dan belum pernah tersentuh pembangunan yang layak. Akibatnya, saat musim hujan, jalanan menjadi sangat licin, berlumpur, dan penuh genangan air, sehingga menyulitkan akses mobilitas masyarakat.
Marzuki, salah satu warga setempat, mengaku sangat kecewa dengan janji-janji yang sering disampaikan pihak berwenang namun tidak ada tindak lanjutnya. Menurutnya, kerusakan ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus berjalan kaki karena kondisi jalan tidak aman dilalui kendaraan.
"Kami sudah sangat lama menunggu. Jalan ini sudah puluhan tahun rusak parah, tapi tidak ada pembangunan. Saat hujan, becek dan berlubang sekali. Anak-anak sekolah pun kesulitan berjalan. Kami berharap pemerintah daerah segera bertindak nyata, jangan hanya memberi janji dan iming-iming saja," ujar Marzuki.
Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat aktivitas pendidikan, tetapi juga mengganggu jalur distribusi perekonomian. Hasil bumi yang menjadi mata pencaharian utama warga seringkali terkendala untuk diangkut keluar akibat akses jalan yang buruk.
Sementara itu, Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Provinsi Lampung, Rudi Sapari, yang meninjau lokasi, menuntut agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Ia menilai keluhan warga harus didengar dan ditindaklanjuti dengan serius.
"Kami melihat langsung kondisi jalan di Dusun Lubuk Tanoh ini sangat memprihatinkan dan belum tersentuh pembangunan sama sekali. Keluhan masyarakat harus segera diperhatikan. Jangan membuai warga dengan janji-janji palsu, tapi buktikan dengan aksi nyata perbaikan infrastruktur demi kesejahteraan warga," tegas Rudi.
Rudi juga memberikan peringatan keras. Jika kondisi ini tidak kunjung diperhatikan oleh pemerintah setempat, pihaknya siap mengadakan aksi damai bersama masyarakat di depan kantor pemerintah daerah Pesawaran.
Hingga saat ini, warga masih berharap adanya perhatian serius agar jalan penghubung vital tersebut segera diperbaiki dan diaspal agar dapat digunakan dengan nyaman dan aman.
(Zainal)