BANNER ATAS

Banner ZTV

Daging Ayam Menu MBG Diduga Belum Matang, Pelajar SMAN 1 Padang Cermin Mengeluh

Jumat, 17 April 2026, 16:19 WIB Last Updated 2026-04-17T09:19:13Z
PESAWARAN – ztv.co.id – Sejumlah pelajar di SMAN 1 Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan kualitas makanan yang diterima melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan muncul setelah daging ayam yang disajikan diduga masih belum matang sempurna dan terlihat masih berdarah.
 
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku prihatin melihat kondisi makanan yang diterima oleh anak-anaknya. Menurut keterangannya, menu sayur dan lauk ayam yang disediakan oleh penyedia layanan SPPG Teluk Pandan dinilai belum layak dikonsumsi.
 
“Anak-anak menerima makanan dengan lauk ayam yang masih berdarah. Kami sebagai orang tua sangat khawatir jika dikonsumsi bisa berdampak buruk pada kesehatan siswa,” ujarnya, Rabu (17/04/2026).
 
Wali murid tersebut meminta pihak penyelenggara dan pengelola program dapat lebih teliti dalam proses pengolahan makanan. Hal terpenting adalah memastikan seluruh bahan pangan dimasak hingga matang sempurna sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
 
Ia menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan kebijakan yang sangat baik dan bermanfaat. Namun, dalam pelaksanaannya harus tetap mengutamakan mutu, kebersihan, dan keamanan pangan bagi para pelajar.
 
“Program ini bagus, tapi pelaksanaannya harus benar-benar dijaga kualitasnya. Jangan sampai niat baik justru membawa masalah baru bagi kesehatan anak-anak,” tambahnya.
 
Para orang tua dan wali murid berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan segera dilakukan evaluasi menyeluruh terkait standar penyajian makanan. Mereka juga menuntut adanya perbaikan sistem agar ke depannya makanan yang diterima siswa aman dan sehat.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan dari pihak penyedia layanan makanan maupun instansi terkait terkait keluhan tersebut.
 
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat program di lapangan. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak pengelola program maupun instansi terkait guna menjaga prinsip keberimbangan serta akurasi informasi.
 
(Red)
Komentar

Tampilkan