Metro, – ztv.co.id – Sebuah video yang beredar luas di media sosial, khususnya di aplikasi TikTok, menampilkan Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Lampung, Hermansyah, terlibat aksi adu argumen di depan Kantor Wali Kota Metro. Dalam video tersebut, Hermansyah terlihat bersikap agresif dan provokatif dengan melontarkan pernyataan keras serta menantang duel di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi di depan Kantor Wali Kota di Metro. Dalam rekaman yang viral, Hermansyah terlihat menunjuk-nunjuk Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kota Metro, Kusbani, sambil mengeluarkan pernyataan yang dianggap menyinggung pejabat pemerintah dengan menyebut “pejabat rakus semua”. Ia juga disebut menantang untuk berkelahi dan meminta salah satu pihak membuka baju untuk duel.
Aksi tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk jajaran organisasi masyarakat GRIB Jaya di Provinsi Lampung.
Sekretaris Daerah (Sekda) DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, Herman, menyatakan pihaknya merasa geram atas perlakuan yang dianggap tidak pantas terhadap Kusbani. Menurutnya, Kusbani merupakan penasehat organisasi mereka.
“Beliau adalah penasehat kami di DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung dan juga kami anggap sebagai orang tua di organisasi. Setiap permasalahan di GRIB Jaya selalu kami koordinasikan dengan beliau,” ujar Herman dalam keterangannya.
Herman menambahkan bahwa sikap Hermansyah yang terekam dalam video tersebut memicu kemarahan anggota GRIB Jaya di berbagai daerah di Lampung.
Ia menyebut, jajaran GRIB Jaya di 15 kabupaten/kota merasa tidak terima karena penasehat organisasi mereka diperlakukan demikian di ruang publik dan videonya kemudian tersebar luas di media sosial.
Atas arahan Ketua DPD GRIB Jaya Provinsi Lampung, H.S. Ramelan, Herman mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran GRIB Jaya untuk menyebarkan video pernyataan sikap resmi yang dibuat oleh pengurus DPD GRIB Jaya dan LPH Provinsi Lampung.
Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa pihaknya berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
“Terkait video yang disebarkan oleh Ketua IPLI Hermansyah, kami akan membawa laporan ke Polda Lampung. Kami menilai tindakan tersebut merupakan perilaku agresif dan provokatif yang dapat memicu emosi serta mengganggu ketertiban di lingkungan Pemerintah Kota Metro,” kata Herman.
Ia juga menyampaikan tuntutan agar Hermansyah segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Kami meminta dalam waktu 1x24 jam Ketua IPLI Hermansyah untuk meminta maaf kepada penasehat kami, Kusbani, dan juga kepada Wali Kota Metro karena keributan terjadi di depan kantor wali kota. Jika tidak diindahkan, maka kami dari GRIB Jaya akan mendatangi kantor IPLI Metro,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Lampung dari Pagardewa, Yansori, juga menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut. Ia menilai tindakan yang dilakukan Hermansyah tidak mencerminkan semangat organisasi yang membawa nama Lampung.
“Ikatan Pemuda Lampung Indonesia membawa nama Lampung. Sangat disayangkan jika sikap ketuanya justru agresif dan provokatif seperti yang terlihat dalam video yang viral. Seharusnya organisasi menjadi contoh yang baik,” ujar Yansori.
Ia berharap seluruh organisasi masyarakat dapat mengedepankan dialog dalam menyelesaikan permasalahan dengan pemerintah.
“Kalau ada persoalan dengan pemerintah kota atau provinsi, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan jalur yang ada. Jangan sampai memicu keributan di ruang publik,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Hermansyah maupun pengurus IPLI terkait video yang beredar tersebut.
(Red)