BANNER ATAS

Banner ZTV

Ternak Ayam Bangkok, Kepala Desa di Pesawaran Raup Untung hingga Rp30 Juta per Bulan

Kamis, 02 April 2026, 18:04 WIB Last Updated 2026-04-02T11:04:57Z
Pesawaran – ztv.co.id – Seorang kepala desa di Kabupaten Pesawaran, Lampung, berhasil meraih keuntungan puluhan juta rupiah per bulan dari usaha ternak ayam Bangkok. Sosok tersebut adalah Sanjaya, Kepala Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon.

Selain menjalankan tugas sebagai kepala desa, Sanjaya juga jeli melihat peluang usaha. Ia memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap ayam Bangkok, khususnya jenis Pakoy yang banyak diminati sebagai ayam kontes maupun peliharaan.

Menurut Sanjaya, sebelumnya banyak warga hanya membeli ayam Bangkok dari luar daerah, bahkan hingga impor dari Thailand. Namun, belum banyak yang mengembangkan usaha ternak secara serius.

“Melihat peluang itu, saya mulai beternak ayam Bangkok jenis Pakoy sejak 2019, bertepatan dengan masa pandemi Covid-19,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Setelah empat tahun berjalan, usaha ternaknya yang diberi nama Farm Erdogan kini berkembang pesat. Ia bahkan telah merekrut sejumlah pemuda setempat untuk membantu operasional peternakan.
Dalam sebulan, Farm Erdogan mampu menjual sekitar 50 ekor ayam. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung usia dan kualitas ayam.

“Untuk usia dua bulan, harga mulai Rp500 ribu per ekor. Sementara ayam yang sudah siap atau berkualitas bagus bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor,” jelasnya.

Penjualan dilakukan secara langsung maupun daring. Sebagian besar pembeli datang langsung ke kandang, namun tidak sedikit yang memesan melalui WhatsApp dan dikirim ke berbagai daerah.
“Sekali pengiriman bisa sampai 10 ekor, biasanya usia 6 sampai 7 bulan,” tambahnya.

Dari usaha tersebut, Sanjaya mengaku mampu meraih omzet Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan. Keuntungan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya pakan dan gaji karyawan.

Ia menjelaskan, ayam Pakoy memiliki keunggulan fisik seperti postur tinggi, tubuh besar, tulang kuat, serta ciri khas sisik kaki yang unik. Hal ini menjadikannya primadona di kalangan pecinta ayam kontes.

Dalam hal perawatan, Sanjaya menerapkan pola khusus. Setiap pagi ayam diberi pakan racikan alami seperti kurma, telur puyuh, pisang, dan jangkrik. Sementara pakan utama terdiri dari campuran jagung, kacang hijau, beras merah, dan padi.
“Tujuannya menjaga stamina dan kondisi tubuh ayam agar tetap prima,” katanya.

Selain itu, ayam juga dimandikan secara rutin dan dijemur dengan durasi tertentu, menyesuaikan kondisi cuaca.

Tak hanya melayani pasar lokal, ayam ternak Sanjaya juga telah dipasarkan ke berbagai daerah di luar Lampung, seperti Medan dan Surabaya.

Meski disibukkan dengan usaha ternak, Sanjaya tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala desa. Ia menilai usaha tersebut bukan sekadar bisnis, tetapi juga peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

“Yang penting konsisten dan sabar. Dari hobi bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” pungkasnya.

(Zainal)
Komentar

Tampilkan