BANNER ATAS

Banner ZTV

PEMIMPIN TERTINGGI IRAN AYATOLLAH ALI KHAMENEI MENINGGAL DALAM SERANGAN AS-ISRAEL

Minggu, 01 Maret 2026, 21:41 WIB Last Updated 2026-03-01T14:41:54Z
Teheran – ztv.co.id – Media pemerintah Iran telah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Teheran dan wilayah lainnya di negara itu.
 
Menurut laporan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Iran IRNA dan saluran televisi pemerintah Press TV, serangan tersebut menargetkan sejumlah lokasi strategis, termasuk kompleks tempat tinggal dan kantor Khamenei. Selain Khamenei, putri, menantu, dan cucunya juga dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Beberapa pejabat senior militer dan pemerintahan Iran juga menjadi korban, antara lain Kepala Staf Militer Abdulrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh, Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour, dan Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump segera mengumumkan kematian Khamenei melalui unggahan di platform Truth Social, menyebutnya sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah". Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menghancurkan kompleks Khamenei dan menargetkan pejabat senior lainnya, serta menyatakan bahwa operasi militer akan dilanjutkan.
 
Sebagai tanggapan atas kematian Pakpour, IRGC telah menunjuk Ahmad Vahidi sebagai komandan baru. Vahidi sebelumnya menjabat sebagai penasihat di korps tersebut.
 
Setelah kematian Khamenei, muncul dua skenario suksesi yang dibahas di kalangan politik Iran. Pertama, Majelis Pakar akan segera berkumpul untuk memilih pemimpin baru dari kandidat yang memenuhi syarat. Kedua, negara akan dipimpin sementara oleh dewan transisi yang terdiri dari Presiden Iran, Kepala Lembaga Peradilan, dan seorang anggota Dewan Penjaga Konstitusi. Beberapa nama mulai disebut sebagai kandidat potensial, antara lain Mojtaba Khamenei (putra kedua Khamenei), Hassan Khomeini (cucu pendiri Republik Islam Iran), Alireza Arafi (Wakil Ketua Majelis Pakar), Mohammad Mehdi Mirbagheri (ulama garis keras anti-Barat), dan Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i (Kepala Lembaga Peradilan).
 
Kematian Khamenei juga telah menimbulkan dampak di berbagai bidang. Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj menyatakan bahwa negara itu "tidak mungkin" untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan diadakan di AS, Meksiko, dan Kanada, karena konflik yang sedang berlangsung dengan AS sebagai salah satu tuan rumah. FIFA menyatakan akan memantau perkembangan situasi ini.
 
Di pasar energi, ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran telah mendorong harga minyak mentah Brent naik di atas $71 per barel. Ekonomi negara-negara yang bergantung pada impor minyak, seperti India, dikhawatirkan akan terkena dampak dari kenaikan harga ini, dengan rupee India yang juga melemah terhadap dolar AS. Eksekutif industri memperingatkan bahwa ketegangan yang berkelanjutan dapat mendorong harga minyak lebih tinggi dan mempertahankannya pada level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.
 
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak Iran mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil, serta reaksi dari negara-negara lain di dunia terkait insiden ini. Berita ini masih terus berkembang, dan kami akan memberikan pembaruan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi.

(Red)
Komentar

Tampilkan