BANNER ATAS

Banner ZTV

Gubernur Lampung Beri Nama Puspa dan Muli Sikop bagi Dua Anak Harimau Sumatera Hasil Pembiakan Lembah Hijau

Jumat, 22 Mei 2026, 22:51 WIB Last Updated 2026-05-22T15:51:15Z
BANDAR LAMPUNG – ztv.co.id – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi memberikan nama bagi dua ekor anak Harimau Sumatera yang baru saja lahir di Taman Wisata dan Taman Satwa Lembah Hijau Bandar Lampung, pada Jumat (22/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyaksikan penyerahan sertifikat kelahiran serta pemunculan perdana kedua anak harimau tersebut di hadapan publik. Peristiwa ini menjadi momentum penting bagi upaya pelestarian satwa liar yang dilindungi di Indonesia, khususnya di wilayah Provinsi Lampung.
 
Dua anak harimau tersebut kini bernama Puspa, yang diberikan nama oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, dan Muli Sikop, yang diberi nama oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko. Kelahiran mereka disambut hangat sebagai simbol harapan baru di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar dari berbagai ancaman.
 
“Kelahiran mereka ini tentu menjadi bukti bahwa harapan untuk menjaga hutan dan melestarikan hewan langka itu masih ada dan nyata. Masih ada usaha-usaha yang sangat serius yang dilakukan, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh lembaga-lembaga konservasi,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.
 
Kelahiran kedua anak harimau ini dinilai sangat istimewa sekaligus mengharukan jika menilik latar belakang kedua induknya. Sang ayah, bernama Kyai Batua, sebelumnya diselamatkan dari kawasan Suoh dalam kondisi cacat akibat terkena jerat liar. Sementara itu, sang ibu bernama Sinta, dievakuasi dari Bengkulu dengan kondisi serupa, bahkan kaki kanan depannya harus diamputasi demi menyelamatkan nyawanya.
 
“Kisah mereka menjadi tamparan bagi kita semua bahwa jerat-jerat liar di hutan itu nyata dan sangat menyiksa satwa kita. Semoga ini bisa menjadi pelajaran dan pemantik semangat bagi masyarakat untuk menjaga hutan serta satwa yang ada di dalamnya,” lanjut Gubernur.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen Taman Satwa Lembah Hijau atas dedikasi dan keberhasilannya menjalankan program pembiakan (breeding) Harimau Sumatera. Ia menjelaskan, ke depan lembaga konservasi tersebut berencana melakukan program pertukaran induk dengan lembaga konservasi lain. Langkah ini diambil untuk menjaga kemurnian genetika dan keberlanjutan populasi dalam jangka panjang, serta menghindari risiko perkawinan sekerabat atau inbreeding.
 
Keberhasilan pembiakan ini membuktikan bahwa satwa yang mengalami kecacatan dan tidak memungkinkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya, tetap memiliki potensi reproduksi yang tinggi apabila dirawat dengan komitmen serta metode konservasi yang tepat.
 
Diketahui, saat ini populasi Harimau Sumatera di alam liar diperkirakan hanya tersisa sekitar 600 ekor dan telah masuk dalam kategori Kritis (Critically Endangered). Kondisi ini menempatkan satwa tersebut berada di ambang kepunahan jika tidak ada tindakan penyelamatan yang serius, mengingat nasib serupa pernah dialami Harimau Jawa dan Harimau Bali yang kini telah dinyatakan punah.
 
Mengingat Provinsi Lampung merupakan salah satu benteng habitat penting bagi kelangsungan hidup Harimau Sumatera, sinergi yang komprehensif sangat diharapkan untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menghentikan praktik pemasangan jerat di kawasan hutan. Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmen penuhnya untuk terus mendukung setiap upaya konservasi, mengingat Lampung dinilai sangat beruntung dianugerahi alam indah, taman nasional yang luas, serta keberadaan satwa langka yang merupakan titipan untuk dijaga bersama demi kebanggaan masyarakat dan seluruh bangsa Indonesia.


(Zainal,Aji)
Komentar

Tampilkan